Selasa, 24 Juni 2014

AMERICAN COLLEGE OF NURSE-MIDWIVES

The American College of Nurse-Midwives (ACNM) merupakan organisasi professional bagi Certified Nurse-Midwives dan Certified Midwives. Misinya ialah meningkatkan derajat kesehatan dan kesehatan ibu dan bayinya dalam keluarga mereka dan di masyarakat lewat pengembangan dan dukungan profesi kebidanan seperti yang dilakukan oleh CNM dan CM (ACNM Mission Statement, 1992; revised 1998). Menjadi badan usaha pada tahun 1995, ACNM didirikan sebagai jawaban terhadap perkembangan berkelanjutan serangkaian keadaan yang membutuhkan kreasi secepatnya.

Upaya awal untuk melakukan pengaturan menghadapi kesulitan. Sebuah pertemuan organisasi pada tahun 1940, yang dipimpin oleh Hattie Hemschemeyer, telah menghasilkan pembentukan National Association of Certified Nurse-Midwives (NACNM). Peraturan yang mendasari organisasi tersebut telah ditetapkan, tetapi organisasi tersebut belum dapat melewati titik tersebut. Pada pertemuan perawat-bidan yang diselenggarakan pada tahun 1944, sekali lagi dipimpin oleh Hattie Hemschemeyer untuk membahas pembentukan organisasi nasional, yang memimpin kelompok tersebut untuk menolak upaya menciptakan organisasi baru sebagai organisasi yang berorientasi pada keuangan dan menghabiskan waktu. Kelompok tersebut juga menolah pilihan untuk berupaya membuat FNS yang berkaitan dengan American Association of Nurse-Midwives (AANM) menjadi sebuah organisasi yang mereka inginkan sebab AANM “ tidak mengakui variasi dalam perawat-bidan”. Namun, kelompok tersebut menerima tawaran dari sebuah National Organization of Public Health Nurse (NOPHN) yang terintegrasi sehingga dapat menciptakan bagian untuk perawat-bidan (Dawley, K. L. Leaving the Nest: Nurse-Midwifery in the United States 1940-1980. Doctoral dissertation. Philadelphia, PA: University of Pennsylvenia, 2001).

Sebagai sebuah bagian dari NOPHN, perawat-bidan dapat menetapkan diri mereka sendiri, bertukar informasi dan pengetahuan dan memulai proses penetapan standar pendidikan dan praktik bagi profesi tersebut. Pada tahun 1949, bagian perawat-kebidanan menerbitkan gambaran data nasional pertama yang telah terkumpul tentang perawat-bidan (Nurse-midwifery today. Public Health Nurs. (May) 1949). NOPHN kemudian bubar pada tahun 1952 setelah pembentukan kembali organisasi umum dari dalam American Nurse Association (ANA) dan National League for Nursing (NLN), semua organisasi ini tidak membuat sebuah peraturan dalam hal pengakuan identitas perawat-bidan. Namun, perawat-bidan bergabung ke dalam Maternal and Child Health Council dalam ANA dan Interdivisional Council-nya NLN, yang mencakup area obstetric, pediatric, ortopedik, anak-anak cacat, dan sekolah keperawatan. Keanggotaan dan perhatian lembaha NLN masih sangat luas untuk dapat bertindak sebagai sebuah forum atau suara bagi perawat-bidan. Menjadi bagian dari Council-nya ANA akan memberi arti bahwa perawat yang bukan-bidan akan dapat membuat keputusan tentang praktik dan pendidikan perawat-kebidanan. Ironisnya, walaupun perawat-bidan berada pada posisi menjalankan keperawata ibu dan anak mencakup pendidikan, professional, dan organisasi negara dalam memberi pelayanan kesehatan, mereka biasanya tidak dipertimbangkan sebagai seorang perawat-bidan.

1. Committee on Organization

Saat identitas perawat-bidan tidak dapat dipertahankan lagi dalam situasi saat itu, perawat-bidan menghadiri konvensi ANA pada musim gugur tahun 1954. Pada konvensi ini, disetujui untuk membuat sebuah Committee on Organization. Suster M. Theophane Shoemaker, direktur Catholic Maternity Center di Santa Fe, New Mexico, merupakan ketua komite tersebut.

Committee on Organization, walaupun banyak yang mengatakan bahwa kemajuannya sangat lamban dan tidak terarah, dalam waktu dua bulan dapat mengidetifikasi alasan membentuk organisasi, membahas cara organisasi tersebut dapat dibentuk; menuliskan pengertian perawat-bidan; mengidentifikasi fungsi organisasi baru jika salah satunya telah terbentuk; membuat standar pendidikan bagi perawat-kebidanan, termasuk sebuah pernyataan tentang tujuan dan persyaratan dasar pendaftara; merancang dan menyebarkan kuesioner untuk menemukan perawat-bidan dan mengetahui keinginan mereka untuk mengatur; menulis, dan membuat dua dari enam Organization Bulletins of the Committee on Organization; dan mengatur sebuah pertemuan perawat-bidan pada bulan Desember 1954.

Sebanyak empat puluh enam perawat-bidan menghadiri pertemuan tersebut. Selama kurun waktu ini, mereka meninjau kembali pekerjaan yang telah dilaksanakan hingga titik tersebut dan hasil dari kuesioner (147 perawat-bidan telah menjawab kuesioner tersebut), dan menyetujui definisi perawat-bidan dan sebuah pernyataan tentang tujuan organisasi perawat-kebidanan. Walaupun demikian, isu utamanya ialah tentang bagaimana mendirikan sebuah organisasi. Empat pilihan yang mungkin telah diidentidikasi:

1. Organisasi dalam American Nurses’ Association (ANA) sebagai sebuah kelompok konferensi.

2. Organisasi dalam National League for Nursing (NLN) sebagai sebuah lembaga.

3. Mengatur kembali American Association of Nurse-Midwives (AANM) menjadi sebuah organisasi nasional.

4. Pembentukan organisasi perawat-bidan yang seluruhnya baru, yang kemudian lebih dikenal sebagai American College of Nurse-Midwifery.

American Association of Nurse-Midwives mulai berjalan pada tahun 1929 sebagai Kentucky State Association Midwives, yang digabungkan oleh perawat-bidan yang bekerja dengan Frontier Nursing Service (FNS). Mary Breckinridge, kemudian direktur FNS, merupakan presiden pengganti AANM selama masa hidupnya. Fungsinya mengarah pada asosiasi alumni, walaupun keanggotaannya tidak terbatas pada para lulusannya. Upaya untuk mengusahakan AANM membujuk para anggotanya melakukan pengaturan kembali telah dilakukan oleh Sr. Theophane Shoemaker dan Hattie Hemschemeyer. Namun, Mary Breckinridge mendirikan firmanya berdasarkan keyakinan bahwa perawat-bidan seharusnya menjadi bagian dalam organisasi keperawatan dan bahwa struktur AANM tidak akan berubah (Dawley, K. L. Leaving the Nest: Nurse-Midwifery in the United States 1940-1980. Doctoral dissertation. Philadelphia, PA: University of Pennsylvania, 2001). Kendati demikian, AANM tetap dihapus sebagai pilihan yang didasarkan pada analisis para anggotanya dan pernyataan bahwa hal tersebut bukan permasalahan yang serius.

Pilihan yang tersisa adalah apakah mengatur sebuah organisasi keperawatan nasional atau membuat sebuah organisasi yang baru. Keputusan tersebut ditangguhkan sampai surat-surat yang meminta sebuah kelompok konferensi dan sebuah lembaga masing-masing dimasukkan juga, dan menjawab pertanyaan dari, ANA dan NLN. Surat disetujui pada pertemuan tersebut.

NLN memperlihatkan ketertarikan dan perhatiannya, tetapi menekankan bahwa peraturan organisasi dari lembaga akan dapat memenuhi kebutuhan perawat-bidan. Jawaban dari ANA lebih tertarik dengan rencana membuat sebuah komite antardisiplin antara ANA dan NLN, dengan tambahan perwakilan dari masyarakat, untuk meneliti perkembangan perawatan ibu dan anak-anak. Perawat-bidan dapat menjadi bagian dalam komite ini.

Informasi ini telah disebarluaskan dalam Organization Bulletin keempat, sejalam dengan adanya rencana pertemuan Committee on Organization berikutnya dan permintaan untuk mengomentari apa yang mempercepat arahan yang tepat bagi organisasi. Pada pertemuan yang dilakukan pada bulan Mei 1995, Committee on Organization memilih melanjutkan pembentukan American College of Nurse-Midwifery. Mereka memperlihatkan tindakan mereka berdasarkan pada kenyataan bahwa semua pilihan lain telah diatur sesuai dengan intinya, bahwa sebanyak 133 dari 147 perawat-bidan telah menjawab kuesioner dan berespons positif terhadap pemikiran memiliki sebuah organisasi baru untuk perawat-bidan, pembentukan organisasi yang berbeda tersebut secara jelas terlihat sepertinya merupakan satu-satunya jalan bagi perawat-bidan untuk dapat bekerjasama dan menyelesaikan tujuan yang telah dirumuskan dalam pernyataan tujuan, dan hanya menerima satu respons tentang keinginan untuk mendapatkan komentar yang berkaitan dengan pengarahan ini. Committee on Organization telah melakukan pekerjaan yang sangat memuaskan karena semua perawat-bidan diberi informasi dan dilibatkan sehingga tidak ada lagi yang harus dibahas.

Committee on Organization kemudian mulai bekerja untuk bergabung dan membentuk sebuah organisasi baru. Penggabungan American College of Nurse-Midwifery berlangsung pada tanggal 7 November 1955, di Meksiko. Negara Meksiko dipilih menjadi tuan rumah karena negara tersebut merupakan salah satu negara tempat perawat-bidan dapat melakukan praktik maternitas dan terlibat di dalamnya dalam hal sejumlah pita merah, waktu, dan biaya.

2. ACNM Sebagai Organisasi

Pertemuan tahunan American College of Nurse-Midwifery yang pertama diadakan pada tanggan 12 dan 14 November 1955, di Kota Kansas, Missouri. Hattie Hamschemeyer, direktur Maternity Center Association School of Nurse-Midwifery, yang terpilih menjadi presiden pertama ACNM. Dalam pesan pertamanya kepada semua anggota dalam Bulletin of American College of Nurse-Midwifery, ia menulis tentang kekuatan pendorong dan gerakan perawat-kebidanan dalam konteks yang tetap valid sampai saat ini:

Perguruan tinggi harus menyeleksi dengan cermat kegiatan yang dilakukannya dan kemudian mengerjakan pekerjaan yang diberikan dengan baik. Kami perlu bekerja berdasarkan dedikasi dan kepastian. Kita memulai pada saat pendidikan lebih banyak berfokus pada teknik dan hanya sedikit berfokus kepada factor manusia yang terlibat. Sangatlah penting bahwa pendidikan menghubungkan tanggung jawab dan cara praktis dengan masalah dan isu moral yang terjadi pada masa kita.

Kami, perawat-bidan adalah sebuah kelompok khusus dan pendidikan, pengalaman, dan pelayanan kami telah mengarahkan kami pada sebuah kesimpulan hasil pertimbangan bahwa pada masyarakat kita saat ini spesialisasi dapat diinginkan ataupun dihilangkan. Kami meyakini bahwa imajinasi yang kreatif, disertai kemampuan melaksanakan ide, merupakan salah satu pengaruh yang kuat dalam dunia saat ini…

Perawat-bidan belum menggantikan rasionalisasi ataupun rutinitas untuk alasan apapun. Mereka tidak merasa putus asa untuk terus memberi pengaruh pada gerakan massa untuk memberi perawatan kepada manusia yang tidak berdaya, memiliki keyakinan pada alasan, tanggung jawab, dan martabat. Mereka mengetahui perbedaan antara memberi dukungan verbal dan tindakan…

Kami harus melakukan pekerjaan yang bersifat merintis, dan jika kami bekerja dengan baik dan konstruktif dalam sebuah kelompok seperti yang pernah kami lakukan pada masa lalu sebagai individu, maka kami dapat membantu meningkatkan kompetensi professional, menyediakan pelayanan dan program pendidikan yang lebih baik, dan memaksimalkan penggunaan sumber-sumber daya dengan lebih menyeluruh. Masa depan tampaknya cerah (Hemscehmeyer, H. Sends message to members. Bull. Am. Coll.Nurse-Midwifery 1(2): 5-6 (March) 1956).

 

Pada ulang tahun ACNM ke-10, Hemschemeyer menyatakan, “Identitas kami sebagai sivitas akademika memberi kami hak yang mendasar dan tanggung jawab besar” (Hemschemeyer, H. Report of the first president of the American College of Nurse-Midwifery. Bull. Am. Coll. Nurse-Midwifery 10(1): 4-10 (Spring) 1965).

Pada tahun 1965, baik American College of Nurse-Midwifery (ACNM) dan American Association of Nurse-Midwives (AANM) diterima masuk ke dalam International Confederation of Midwives (ICM) atas rekomendasi negara Inggris dan Skotlandian dan seluruh suara lembaga ICM. Pada tahun 1969, AANM bergabung dengan ACNM untuk membentuk sebuah ACNM. Pada bulan Oktober 1972, ACNM menjadi tuan rumah dalam konres tiga tahunan ICM di Washington, D.C., ketika Lucille Woodville, kemudian konsultan untuk Bereau of Indian Health Affairs dan Presiden ACNM sebelumnya (1969-1971), menjadi presiden ICM (1969-1972).

Sasaran yang ingin dicapai ACNM, pertama kali diuraikan pada Articles of Incorporation pada tahun 1955, seperti yang telah diubah pada bulan Mei 2000, mencerminkan perhatian perawat-bidan terhadap kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayi serta asumsi “tanggung jawab yang berat” yang dikatakan secara tersirat oleh Hattie Hemschemeyer:

Sasaran kerja sama tersebut haruslah:

1. Meneliti, mengembangkan, dan mengevaluasi standar perawatan kebidanan bagi ibu dan bayi yang dilakukan oleh Certified Nurse-Midwives (CNM) dan Certified Midwives (CM);

2. Meneliti, mengembangkan, dan mengevaluasi standar pendidikan perawat-kebidanan dan pendidikan kebidanan;

3. Mendukung dan membantu perkembangan perawat-kebidanan serta pelayanan/praktik perawat-kebidanan;

4. Mengevaluasi dan memberi akreditasi kepada perawat-kebidanan dan program pendidikan kebidanan;

5. Menentukan kemampuan seseorang dalam melakukan praktik sebagai Certified Nurse-Midwives dan sebagai Certivied Midwives;

6. Mempermudah dan mengoordinasi upaya Certified Nurse-Midwives dan Certified Midwives yang ada di masyarakat dalam memberkan pelayanan berkualitas kepada individu dan keluarga usia subur;

7. Menciptakan tali komunikasi dan kerja sama dengan kelompok professional dan nonprofessional lain yang berada di masyarakat dan memiliki kepentingan bersama meningkatkan kualitas pelayanan yang adekuat bagi individu dan keluarga usia subur;

8. Menciptakan jalan dalam rangka interpretasi kebidanan seperti yang dilakukan oleh CNM dan CM, untuk dapat bekerja sama dengan kelompok professional dan nonprofessional lain dalam lingkup regional, nasional, dan internasional;

9. Meningkatkan penelitian dan pengambangan literature di bidang kebidanan seperti yang dilakukan CNM dan CM;

10. Menyuarakan keinginan semua anggota Perguruan Tinggi berkenaan dengan isu yang memberi dampak pada masalah professional CNM dan CM;

11. Memberi pelayanan professional kepada para sivitas akademika;

12. Meningkatkan Sekolah Tinggi sebagai pemimpin dan sumber utama dalam pengembangan dan peningkatan pelayanan kesehatan berkualitas bagi ibu dan bayi, baik secara nasional maupun internasional (Articles of Incorporation, as amended through May 2000. American College of Nurse-Midwives, 2000).

Logo ACNM mencerminkan keyakinan filosofi mendasar perawat-kebiadnan. Rita Kroska, yang merancang logo tersebut pada tahun 1955, mengartikan masing-masing symbol sebagai berikut:

Pelindung besar terdiri atas empat symbol: pelindung kecil yang berisi bintang dan pita melambangkan Amerika Serikat; tiga lingkaran yang saling beririsan melambangkan keluarga dengan satu lingkaran berada di bawah berisi titik-titik mengilustrasikan wada kecil berisi anak; sebuah benda dengan tiga kaki berisi api menyala melambangkan kesinambungan dan kehangatan dalam dedikasinya kepada keluarga Amerika. Terakhir, pelindung besar yang berisi pita dengan cekungan ke atas di atas wadah berkaki tiga, tetapi berada di bawah pelingdung kecil dan tida lingkaran. Cekungan tersebut mencerminkan gerakan, keberadaan, kesiapan, dan kecepatan terhadap kata yang tertuli di dalamnya. Kata tersebut, VIVANT, adalah kata dalam bahasa Perancis yang memiliki arti Biarkan Mereka Hidup! Kata tersebut dicantumkan memberi makna terhadap symbol, memberi penekanan untuk membangkitkan semangat dan berisi pesan tentang dedikasi penuh untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan kehidupan keluarga, terutama ibu dan bayi. Pelindung besar yang dilingkari oleh pita berisi kata-kata, “AMERICAN COLLEGE OF NURSE-MIDWIVES, NEW MEXICO, NOV. 7, 1955.” Pada tahun 1955 dan 1969, kata “perawat-bidan” berasal dari “perawat-kebidanan”, dan pada tahun 1929 kata tersebut masuk ke dalam logo tersebut. Dua perubahan yang terjadi pada tahun 1969 saat American Association of Nurse-Midwives yang bermarkas di Frontier Nursing Service di Wendover, Kentucky, dan American College of Nurse-Midwifery bergabung dan menjadi American College of Nurse-Midwives. Pada tahun 1929 berdirilah Asosiasi Perawat Bidan Amerika (Kroska, R. The emblem of the American College of Nurse-Midwives. J. Nurse Midwifery 18(3): 23-24 (Fall) 1973).

3. Aktivitas ACNM

Keanggotaan American Colleger of Nurse-Midwives sejak awal dibentuk memiliki karakteristik berdedikasi, berkomitmen, bekerja keras, berani menyampaikan pendapat, pengorbanan diri, visi, dan semangat untuk menjadi perintis. Catatan riwayat singkat ACNM melibatkan orang-orang dengan pemikiran besar kreatif, yang juga berkeinginan untuk melakukan kerja terperinci yang diperlukan sementara, di sisi lain, bersedia merogoh saku sendiri untuk membiayai hal tersebut. Diawali dengan 124 orang mahasiswa, anggota ACNM telah berkembang menjadi 860 orang pada ulang tahunnya ke-20 pada tahun 1975. Pada tahun 1980, saat ini termasuk mahasiswanya, keanggotaan telah meningkat menjadi lebih dari 1500 orang. Pada tahun 1984 menjadi 2534 dan pada tahun 1995 menjadi lebih dari 5000 orang. Gambaran ini mencerminkan kenyataan bahwa 85 persen anggota Certified Nurse-Midwives merupakan anggota ACNM. Tujuh belas perawat-bidan menghadiri pertemuan tahunan pertama di kota Kansas pada tahun 1955; 291 anggota menghadiri pertemuan tahunan ke-20 di Jackson, Mississippi pada tahun 1975. Jumlah kehadiran pada konvensi pertama melebihi 1000 orang, dengan jumlah anggota 863 orang dan 138 tamu pada pertemuan tahun 1984 di Filadelfia, dan lebih dari 2000 orang menghadiri pertemuan yang diadakan di Washington, D.C., pada tahun 2000.

Perkembangan pesat perawat-kebidanan dan peningkatan jumlah perawat-bidan memberi tekanan pada organisasi professional. Jumlah keseluruhan perawat-bidan meningkat tiga kali lipat hanya dalam waktu kurang dari 10 tahun (1975-1984). Organisasi ini menghadapi perubahan dari kelompok kecil perawat-bidan yang saling mengenal intim, pekerja keras, dan berdedikasi dengan struktur organisasi yang relative sederhana menjadi sebuah kelompok besar dengan struktur organisasi dan gaya manajemen yang sanggup menghadapi masalah akibat peningkatan keanggotaan yang cepat tanpa kehilangan dedikasi dan idealism yang telah melandasi organisasi tersebut. Tujuan ini tercapai. Produktivitas American College of Nurse-Midwives sejak berdiri pada tahun 1955 memberi inspirasi dan memperlihatkan apa yang dapat dilakukan oleh sebuah kelompok kecil.

ACNM telah menyatukan setiap aspek perawat-kebidanan: pendidikan, praktik, pengakuan, legislasi, surat izin, jaminan, komunikasi, penelitian, dan hubungan antarprofesional dan antarorganisasi. Pendirian ACNM dijelaskan sebagai berikut: “Untuk mendukung upaya individual, perawat-bidan menggalang persatuan… Hal ini menjadi prasarana resmi bagi mereka untuk mengoptimalkan pendidikan, suatu dasar untuk perencanaan dan pembahasan umum” (Editorial. Bull. Am. Coll. Nurse-Midwifery 4(2): 37-38, 1959). Hampir satu abad yang lalu, masalah kekurangan organisasi nasional, jurnal, system pendidikan, pengakuan hukum, atau akses untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan menyebabkan timbulnya “masalah dan perdebatan di antara bidan”. Saat ini ACNM menyediakan atau berupaya supaya semua mekanisme ini memungkinkan untuk bertahan dan berbicara atas nama profesi perawat-kebidanan dan kebidanan seperti yang dilakukan CNM dan CM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar